Menurut Kantor Berita ABNA, persatuan ulama ini dalam pernyataan terbarunya mengisyaratkan pada bahaya penyebaran ajaran syiah di kawasan Negara-negara Arab dengan mengirimkan bantuan ke Bahrain sebagai simpati pada umat syiah Negara ini.
Dalam pernyataan itu dipaparkan hal-hal yang berupaya melindungi pemerintahan Bahrain dan aparat keamanan dari Negara-negara Arab serta keluarga Syafawi yang berupaya melawan masyarakat Bahrain mendengungkan gerakan itu sebagai gerakan anti Ahlu Sunah, disitu dikatakan bahwa Bahrain adalah salah satu Negara yang menjadi pintu pembuka meluasnya ajaran syiah ke Negara-negara yang lain.
Persatuan ulama itu dengan mengatasnamakan sebagai umat Islam selanjutnya meminta raja Bahrain untuk meberikan ganjaran yang lebih pedas pada para pemberontak dan untuk tidak menghentikan aksi kriminalitasnya.
Dikatakan bahwa Yusuf Qardhawi pimpinan persatuan ini beberapa hari sebelumnya mengatakan bahwa pergerakan di Bahrain bukan revolusi masyarakat tapi hanya revolusi suatu madzhab semata, dan tidak ada kemiripan dengan apa yang terjadi di Mesir, Tunisia maupun Libiya.”
Pada kenyataannya penduduk Bahrain kebanyakan adalah umat Syiah tapi disampaikan bahwa mayoritas penduduknya adalah Ahlu Sunah.(*)